Penciptaan oleh Nya membawa lebih lanjut keberadaan
oleh kekuasaan dan kehendak Nya; dan kenyataan ini adalah hal-hal yang dia
menyebabkan menjadi sebaba dalam keadaan dalam makhluk Nya. Penciptaan oleh Nya
adalah tindakan tunggal yang berulang dalam proses yang abadi, di mana isi dari
proses yang merupakan ciptaan Nya bersifat tidak abadi, berasal dari hal yang
baru namun bentuk yang tidak berbeda dalam waktu yang nyata dari keberadaan
selama keinginan Nya. Hal ini melalui
Wahyu, yang mana telah Tuhan jelaskan oleh diri Nya sendiri, tindakan
penciptaan oleh Nya dan ciptaan Nya dan bukan melalui filosofi Yunanu atau
Yunani kuno, tradisi, tidak pula melalui filosofi atau ilmu alam, bahwa islam
menafsirkan dunia bersama dengan seluruh bagiannya dalam keadaan dari kejadia
yang terjadi didalam proses yang nyata dari ciptaan baru. Penafsiran ini
membawa pembenaran bahwa kenyataan dan sifat ganda mereka terdiri atas sesuatu
yang berlawanan namun melengkapi; keadaan yang bersifat
Showing posts with label Islamic Worldview. Show all posts
Showing posts with label Islamic Worldview. Show all posts
Saturday, December 31, 2011
Thursday, December 29, 2011
Islamic Worldview 10
Konsepsi sifat Tuhan dalam Islam adalah apa-apa yang telah diwahyukan kepada Nabi menurut Qur’an. Dialah Tuhan yang Esa; hidup, mandiri, abadi dan terbuka. Keberadaanya adalah esensid diri-Nya. Dialah satu dalam makna; tidak ada pembagian dalam makna-Nya, dimana dala imaginasi, dalam kenyataan, atau dalam perkiraan yang dimungkinkan. DIa bukanlah bagikan dari suatu kualitas, tidak pula benda yang bersatu dari beberapa element tertentu.
Saturday, August 6, 2011
Islamic Worldview 4
Semua hal mendasar dari agama: nama, keimanan dan amal, ritual, ajaran dan system kepercayaan diberikan Oleh wahyu dan ditafsirkan dan diamalkan oleh Nabi dengan ucapannya dan model tindakan, bukan dari tradisi budaya yang mana pasti mengalir sesuai arus sejarah. Agama Islam menyadari identitasnya sendiri sejak turunnya wahyu. Ketika Islam muncul di panggung sejarah dunia, Islam sudah dewasa, tidak membutuhkan lagi proses pertumbuhan menuju dewasa. Agama kenabian hanya bisa hanya agama yang mana mengetahui dirinya sendiri dari awal; dan kesadaran akan dirinya sendiri datang dari wahyu itu sendiri, bukan dari sejarah. Hal yang dimaksud dengan perkembangan dalam tradisi keagamaan dari umat manusia tidak bisa diterapkan dalam Islam, karena apa yang anggap sebagai proses perkembangan dalam Islam, hanya proses penafsiran dan pendalaman yang pasti terjadi dalam pergantian generasi dari pengikut pada bangsa-bangsa yang berbeda dan yang mana kembali pada Sumber yang tidak pernah berubah. Seperti cara pandang dunia dalam Islam dicirikan oleh keaslian dan titik akhir dari tujuan akhir, dan hal tersebut menampilkan sebuah pandangan terhadap kenyataan dan kebenaran yang melingkupi kehadiran dan kehidupan secara bersamaan dalam sudutpandan yang menyeluruh yang mana unsur dasarnya merupakan hal yang tetap dan mapan. Hal ini antara lain, dengan menyebutkan hal-hal penting, sifat-sifat Tuhan, Wahyu(i.e. Qur’an), ciptaannya, manusia, psikologi dari jiwa manusia, pengetahuan, agama, kebebasan, nilai dan kebaikan, kebahagiaan – semua yang mana, secara bersama dengan istilah-istilah kunci dan konsep yang hal-hal tersebut ungkapkan, telah menunjukkan keterhubungan terhadap ide perubahan, perkembangan, dan kemajuan.
Friday, August 5, 2011
Islamic Worldview 3
Yang dimaksud dengan subjectif, bukan dalam pengertian pemahaman kata. Jiwa manusia bersifat kreatif, dalam hal persepsi, imajinasi, dan kecerdasan dalam keterlibatan dalam proses penciptaan dan interpertasi, terhadap dunia indrawi, dan pengalaman indrawi, terhadap citra, dan terhadap bentuk-bentuk yang tidak dapat dipahami.
Wednesday, August 3, 2011
Islamic Worldview 2
Penglihatan secara islami dari kenyataan dan kebenaran, yang mana merupakan survey metafisik dari dunia yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat termasuk sudut pandang dari kehidupan secara keseluruhan, bukan cara pandang dunia yang dibentuk oleh sekedar berbagai objek, nilai, dan fenomena budaya yang dikumpulkan menjadi keselarasan buatan. (yang saya maksud dengan keselarasan buatan, keselarasan yang tidak alami didalam yaitu yang dimasksud dengan fitrah. Keselarasan tersebut diproyeksikan sebagai cara pandang hidup harus untuk disesuaikan dengan perubahan lingkungan). Bukan pula cara pandang yang dibentuk secara perlahan melalui proses sejarah dan perkembangan terhadap perkiraan filosofis dan penemuan ilmiah, yang harus untuk ditinggalkan secara umum dan selalu berpikir terbuka untuk perubahan di masa depan dan pergantian secara waktu dengan paradigm yang mengubah secara berpasangan dengan perubahan kondisi. Hal tersebut bukanlah cara pandang yang berjalan dengan proses dialektikal dari transformasi yang berulang melalui setiap zaman, dari setiap tesis kemudian antithesis hingga sintesis yang bergabung ke satu sama lain, cara pandang tersebut yang berdasar pada system dari pemikiran yang berpusat pada ke-Tuhanan dan kemudian perlahan menjadi berpusat pada dunia -Tuhan, dan kemudian sekarang menjadi berpusat pada ke-duniaan dan mungkin akan berpindah lagi hingga membentuk tesis baru dalam proses dialektis.
Tuesday, August 2, 2011
Islamic Worldview 1
Dari Sudut pandang Islam, sebuah ‘wordview’ bukan sekedar pandangan pikiran terhadap dunia fisik dan keterlibatan manusia secara sejarah , social politik dan budaya di dalam nya, sebagai contoh dalam pernyataan bahasa Arab dari gagasan yang dirumuskan dalam frase “nazrat al-islam li al-kawn”. Pernytaan tersebut kurang tepat jika kita merujuk pandangan hidup secara islam sebagai “nazrat al-islam li al-kawn.”
Subscribe to:
Comments (Atom)
