Monday, September 14, 2015

Usaha menidurkan anak


Walaupun menggunakan kata 'kita', mungkin pengalaman di bawah ini tidak bisa mewakili semua orang pada umumnya.
Ketika dalam perjalanan, seringkali kita tertidur pulas, dan terbangun ketika kendaraan diam karena macet atau sebab yang lain. Mungkin secara tidak langsung, kita tertidur dalam kondisi kendaraan bergetar dan bergerak, sehingga badan menganggap bahwa kondisi lingkungan yang 'normal' adalah kondisi kendaraan bergerak padahal kendaraan tersebut lebih bising ketika menyala. kurang tepat juga jika dianalogikan dengan kelembaman dalam mekanika, tapi karena tubuh sudah terbiasa dalam keadaan bergerak maka kondisi berubah adalah kondisi diam dan itu tidak nyaman, sehingga terdapat gaya yang melakukan kerja terhadap tubuh kita[1]. uniknya, setelah kita terbangun di kendaraan yang diam atau berjalan pelan, kita susah untuk tidur kembali, sampai kendaraan berjalan lagi dalam kecepatan semula.
Hal yang sama mungkin terjadi pada bayi, setelah beberapa waktu digendong dan diayun, anak merasa nyaman, namun ketika diletakkan ke kasur bayi terbangun yang diawali dengan gerakan 'kaget' hingga suara tidak nyaman dari si bayi hingga akhirnya menangis dan bangun sepenuhnya. hal ini bisa terjadi karena terdapat perubahan suasana yang tiba-tiba dan cukup drastis , baik dari suhu, cahaya, dan lain-lain[2]. Salah satu hal untuk memperlancar transisi dari posisi tidur di gendongan ke kasur adalah dengan memperkecil perubahan suasana tersebut. salah satu yang biasa saya lakukan adalah menggendong dengan alas bantal tipis agar si bayi tidak merasakan perubahan suhu badan atau tekstur alas tidur ketika diletakkan ke kasur. Berdasarkan beberapa kali pengalaman, teknik ini meningkatkan persentase transisi tidur hingga 50% daripada tidak menggunakan alas. Kegagalan terjadi utamanya adalah perubahan posisi tidur yang sebelumnya meringkuk menjadi lebih terbaring. hal ini bisa diatasi dengan menggunakan perangkat tidur seperti boneka atau bantal guling kecil yang disusun sedemikian rupa sehingga posisi tidur bayi saat di kasur tidak berubah banyak dari pada saat di gendongan.

ref:
[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Newton's_laws_of_motion#Newton.27s_1st_Law
[2] http://parenting.stackexchange.com/questions/1500/why-does-my-infant-wake-crying-the-instant-we-put-him-in-his-bed

Thursday, August 9, 2012

Ayo Berinfaq Lewat LMI...

AYO BERINFAK!!!

Lingkar Manajemen Insani(LMI) menerima titipan zakat, infak, sodaqoh, wakaf dari semuaanggota keluarga atau temen2

sendiri
LMI merupakan Lembaga Manajemen infak yang menerima dan mengelola zakat infak dan sodaqoh serta wakaf (ZISWaf)

untuk pemberdayaan Masyarakat dan tersupervisi secara resmi oleh PKPU.
alamat perum empangsari B13 desa Rancaekek wetan kabupaten bandung 40394
akta notaris Deni Subarno, SH, M.Kn no 30 tanggal 28 januari 2009
SK mentri hukum dan HAM RI no AHU-1117.AH.01.04 tahun 2009
Program Penyaluran Dana
1 Beasiswa dan Beaguru
2 SMP gratis
3 Seminar dan Training Guru
4 PAUD Gratis
5 Klinik gratis
6 Pengadaan AMBULANCE
7 Bakti sosial
8 dll masih banyak lagi

Wednesday, April 25, 2012

Buah Murbei Hasil Berkebun di Halaman

Murbei di Halaman

Buah Murbei sudah Masak

Buah Murbei sudah memerah namun belum matang
Alhamdulillah setelah satu tahun berkebun Murbei di depan rumah, akhirnya berbuah juga... sebenarnya sebelumnya ada beberapa, namun kecil dan tidak berasa. Musim kering ini akhirnya berbunga lebat dan buahnya lebih besar. semoga bisa merintis kebun Murbei nantinya...

Tuesday, February 28, 2012

Jam Tangan Rolex anggota DPR

Hari ini saya banyak membaca pro kontra tentang kepemilikan Jam Tangan Rolex oleh beberapa anggota dewan. Kadang - kadang, saya sering agak skeptis(semoga istilah ini benar) terhadap berita-berita terutama media online seperti detikcom yang memang media online paling update di Indonesia. sejak dibeli oleh Chairul Tanjung(CT) detikcom banyak membuat berita yang kontroversial, terutama berita yang berhubungan dengan sensualitas.
banyak berita tentang politik yang diekspos habis-habisan oleh detikcom walaupun sebenarnya berita tersebut kurang tepat. misalnya pada berita tentang villa mewah Ustadz Hilmi (yg merupakan salah satu Dewan Penasehat PKS) padahal villa tersebut digunakan untuk keperluan pelatihan kader dan untuk kategori vila mewah, vila tersebut pun kurang tepat dikategorikan mewah.

media dan pembentukan opini
ketika beberapa waktu yang lalu sedang ramai 'Bom' LPG 3 Kg, seakan-akan ledakan tersebut terjadi beruntun pada waktu yang berdekatan.kalau saya melihat ini adalah bentuk bagaimana media membentuk opini, saya rasa jauh sebelum wacana ledakan tersebut, ledakan 3 Kg tersebut sudah ada dan sampai sekarang pun ada. namun secara terus menerus diwacanakan di media dan dikumpulkan seakan - akan terjadi bersamaan. hal ini pun berlaku pada wacana kecelakaan bus. media bukanlah sebuah lembaga sosial, namun sebuah korporasi yang bergerak di bidang informasi, sehingga tujuan utama nya adalah profit.

Saturday, February 11, 2012

Nikahan Edi


Monday, January 30, 2012

Patung di Tol Cipularang

Patung di Tol Cipularang
berikut video yang saya ambil kemarin sore

Friday, January 20, 2012

SOPA, PIPA, dan Konten Lokal

Lagi ramai-ramai tentang SOPA dll, membuat saya ingin menulis di blog lagi. Teman saya yang kuliah di luar negeri, sering mengeluhkan koneksi internet di Indonesia yang lambat, sehingga beberapa orang juga menganggap bahwa penyebabnya adalah regulator dalam hal ini kemenkominfo adalah penyebabnya. Selama ini kemenkominfo lebih banyak membuat kebijakan kontroversial seperti blocking pornografi dan tekanan terhadap RIM, kebijakan tersebut tidak salah namun, menurut saya kebijakan tersebut kurang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kalaupun Indonesia adalah pengakses pornografi misalkan video porno, hal tersebut pun saya rasa sangat sedikit karena sekali lagi server penyedia konten porno biasanya dari luar indonesia dan pastinya lambat apabila di akses(bukan pengalaman saya ya..). jadi jangankan nonton video porno dari Internet, buka wikipedia aja lambat... Sehingga kalau saya pikir, parameter kesuksesan