Thursday, December 29, 2011

Islamic Worldview 10


Konsepsi sifat Tuhan dalam Islam adalah apa-apa yang telah diwahyukan kepada Nabi menurut Qur’an. Dialah Tuhan yang Esa; hidup, mandiri, abadi dan terbuka. Keberadaanya adalah esensid diri-Nya.  Dialah satu dalam makna; tidak ada pembagian dalam makna-Nya, dimana dala imaginasi, dalam kenyataan, atau dalam perkiraan yang dimungkinkan.  DIa bukanlah bagikan dari suatu kualitas, tidak pula benda yang bersatu dari beberapa element tertentu.
Ke-Esa-an nya bersifat mutlak, dengan sebuah kemutlakan tidak seperti kemutlakan dari alam semesta, untuk sementa waktu menjadi mutlak. Dia lah yang masih tidak terbagi dalam bentuk ketidakterbagian yang tidak cocok dengan kemurnian kemutlakann Nya tidak pula keraguan dari keesaan Nya. Dialah ketuhanan, dengan ketuhanan yang tidak membuan ketuhanan yang tidak cocok dengan diri Nya untuk ada pada keberadaan tunggal, sehingga diri Nya juga masuk akal namun tidak dalah pemahaman indra karena masuk dalam setiap paradigma berhala. Dia memiliki sifat yang nyata dan abadi yang mana tingkat dan kesempurnaan yang mana Dia berikan pada diri-Nya sendiri; mereka tidak lain dari pada makna Nya, dan namun mereka juga tanpa kenyataanya dan pembedaan yang memisahkan benda yang membangun terpisah dari makna Nya sebagai sebuah kejamakan keabadia; dari pada mereka bersatu dengan makna Nya sebagai sebuah kesatuan yang tidak terbayangkan. Ke esaan Nya kemudia kesatuan makna, sifat, dan tindakan; karena diri Nya hidup dan kuat, mengetahui, berkehendak, mendengarkan,  melihat, dan berbicara melakui sifatnya yang hidup dan kuat, pengetahuan, keinginan, mendengar dan melihat, dan berbicara, dan lawan dari semua itu adalah tidak mungkin bagi diri Nya.
Dirinya tidak seperti Pemindah Pertama dari Aristoteles, karena diri Nya selalu dalam sebuah tindakan sebagai sebuah hal yang terbebas terikat dalam aktivitas kreatif yang terus berulah tidak melibatkan perubahan dalam diri Nya atau perubahan dan penjadian. Dia terlalu jauh mulia utnuk konsep Plato dan Aristoteles tentang dualism dari bentuk dan materi untuk diterapkan pada aktivitas penc iptaan tidak pula ciptaannya dan Penciptaan oleh Nya bisa dijelaskan dalam pandangan Plotinian tentang metafisik dan pemancaran.

No comments:

Post a Comment