Saturday, August 6, 2011

Islamic Worldview 4




Semua hal mendasar dari agama: nama, keimanan dan amal, ritual, ajaran dan system kepercayaan diberikan Oleh wahyu dan ditafsirkan dan diamalkan oleh Nabi dengan ucapannya dan model tindakan, bukan dari tradisi budaya yang mana pasti mengalir sesuai arus sejarah. Agama Islam menyadari identitasnya sendiri sejak turunnya wahyu. Ketika Islam muncul di panggung sejarah dunia, Islam sudah dewasa, tidak membutuhkan lagi proses pertumbuhan menuju dewasa.  Agama kenabian hanya bisa hanya agama yang mana mengetahui dirinya sendiri dari awal; dan kesadaran akan dirinya sendiri datang dari wahyu itu sendiri, bukan dari sejarah. Hal yang dimaksud dengan perkembangan dalam tradisi keagamaan dari umat manusia tidak bisa diterapkan dalam Islam, karena apa yang anggap sebagai proses perkembangan dalam Islam, hanya proses penafsiran dan pendalaman yang pasti terjadi dalam pergantian generasi dari pengikut pada bangsa-bangsa yang berbeda dan yang mana kembali pada Sumber yang tidak pernah berubah. Seperti cara pandang dunia dalam Islam dicirikan oleh keaslian dan titik akhir dari tujuan akhir, dan hal tersebut menampilkan sebuah pandangan terhadap kenyataan dan kebenaran yang melingkupi kehadiran dan kehidupan secara bersamaan dalam sudutpandan yang  menyeluruh yang mana unsur  dasarnya merupakan hal yang tetap dan mapan.  Hal ini antara lain, dengan menyebutkan hal-hal penting, sifat-sifat Tuhan, Wahyu(i.e. Qur’an), ciptaannya, manusia, psikologi dari jiwa manusia, pengetahuan, agama, kebebasan, nilai dan kebaikan, kebahagiaan – semua yang mana, secara bersama dengan istilah-istilah kunci dan konsep yang hal-hal tersebut ungkapkan, telah menunjukkan keterhubungan terhadap ide perubahan, perkembangan, dan kemajuan. 

Saya di sini menggagas pengenalan untuk memberikan sebuah makna utama hanya untuk beberapa unsur mendasar dari Cara Pandang Dunia menurut Islam. Sebuah pernyataan menyeluruh terhadap sifat-sifat hal tersebut telah dipaparkan secara menyeluruh dalam tiap  bab dalam buku ini. Hal ini merupakan unsur dasar dari Cara Pandang Dunia yang kita pelihara untuk untuk secara tetap dibangun bahwa modernitas adalah tantangan, yang melihat pergantian system pemikiran yang telah membawa modernitas dari jauh di masa depan dari rahim sejarah telah diangkat oleh dorongan dari sekularisasi sebagai ideology dasar. Namun, sebagai bagian dari kenyataan modernitas, atau paska-modernitas sendiri tidak mempunyai keselarasan pandangan untuk menawarkan hal yang bisa dijelaskan sebagai Cara Pandang Dunia. Bahkan Jika kita bisa menganggap tingkat kesamaan yang sangat antara cara pandang dunia dan gambaran yang dipaparkan dalam sebuah potongan-potongan puzzle kemudian potongan modernitas bukan hanya dari jauh menggambarkan gambaran keselarasan, tapi juga setiap bagian membentuk gambar yang tidak cocok. Hal ini yang dimaksud bukan hanya paska modernitas(post-modernitas), yang sudah menghapus semua bagian. Tidak ada Cara Pandang Dunia yang benar, bisa menjadi focus ketika gambaran besar system ontologi  yang disorot sendiri ditolak, dan ketika ada pemisahan antara kebenaran dan kenyataan dan antara kebenaran dan nilai. Unsur-unsur dasar ini bertindak sebagai prinsip pemersatu yang menempatkan semua system makna dan standar kehidupan dan nilai dalam susudan yang selaras sebagai mana sistem terpadu yang membentuk Cara Pandang Dunia; dan prinsip-prinsip besar dari kenyataan yang sebenarnya terkumpulkan oleh unsur – unsur dasar ini, memusatkan pada pengetahuan dari sifat-sifat Tuhan yang diwahyukan dalam Quran.

No comments:

Post a Comment